Kamis, 28 Juli 2022

Film School of Rock, tips melejitkan potensi siswa sekolah dasar

Film School of Rock, tips melejitkan potensi siswa sekolah dasar

Pertama kali nonton film School of Rock sekitar tahun 2005 silam saat ikut pelatihan guru. Pemateri menggunakan metode bedah film untuk memahamkan peserta materi pelatihan saat itu.



Film ini bagus sekali untuk memahami bagaimana cara melejitkan potensi siswa.

Walaupun aktor utama hanya berperan sebagai guru pengganti namun ia berhasil menemukan potensi siswa dan melejitkannya.

Dengan sebuah project yang direncanakannya, semua siswa menemukan momentum terbaik untuk menunjukkan kualitas mereka. Semua siswa mampu memberikan kemampuan terbaik sesuai peran yang telah diberikan sang guru. Hal itu tidak lepas dari motivasi yang selalu diberikan dan kepercayaan yang diberikan.



Sebuah film yang sangat apik. Dari awal hingga akhir full inspirasi. Walaupun awalnya guru terkesan memanfaatkan siswa namun pada akhirnya semua mendapatkan manfaatnya. Guru tercapai keinginannya, siswa juga melejit potensinya.

Sekolah Juara, From Zero to be Hero

Sekolah Juara, From Zero to be Hero

 

Sekolah Juara adalah sekolah formal yang awal berdirinya diinisiasi oleh Rumah Zakat berkerjasama dengan Yayasan Indonesia Juara. Sekolah pertama yang didirikan adalah SD Juara Bandung tahun 2007.




Lembaga pendidikan yang merayakan milad di awal bulan lalu, saat ini sudah ada 19 sekolah mulai jenjang TK hingga SMK yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, yaitu; Bandung, Cimahi, Jogjakarta, Surabaya, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Pekanbaru, Medan, Jakarta Timur, Semarang, Cilegon, Subang, Batam, Jayapura, dan Tangerang Selatan.

Sekolah Juara menganut prinsip Education For All, pendidikan untuk semua. Siswanya berasal dari berbagai kalangan. Sebagian besarnya adalah dari kalangan bawah dan menengah.

Sekolah ini juga mengakomodir kecerdasan majemuk yang dimiliki siswa. Sekolah berusaha terus menfasilitasi dan melejitkan potensi kecerdasan siswa.



Ada cerita lucu sewaktu tahun 2010 saat merintis SD Juara Semarang, 1 dari 15 sekolah juara tingkat sekolah dasar yang didirikan.

Waktu itu sempat ada penolakan pendirian sekolah dari beberapa sekolah swasta terdekat, dikarenakan mereka menduga nantinya yang akan diterima hanya anak-anak cerdas dan berprestasi. Sepertinya mereka khawatir tidak kebagian stok siswa berprestasi yang bisa digunakan sekolah untuk alat promosi.

Info penolakan tersebut saya terima langsung dari kepala UPTD disdik saat itu. Sayapun menjelaskan bahwa penamaan sekolah juara itu adalah bentuk motivasi untuk anak-anak. Untuk kriteria anak yang diterima bahkan tidak ada batasan latar belakang kondisi kecerdasan siswa. Semua siswa diterima selama masih ada kursi.

Kenyataannya, di tahun pertama mayoritas siswa yang diterima memang memiliki kekurangan dalam kecerdasan. Ada yang sama sekali belum bisa calistung, ada yang difabel, dan hampir semua berasal dari golongan ekonomi bawah.

Sekolah juara dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki dengan all out menfasilitasi semua siswa. Alhamdulillah banyak siswa yang semula tidak jelas kondisinya bahkan berlatar belakang berbagai masalah pada akhirnya bisa berprestasi dan tidak sedikit yang menjuarai berbagai kompetisi.



Ayo datanglah ke sekolah juara. Banyak koleksi piala yang dimilikinya. Sekolah memiliki target sebisa mungkin sebelum lulus semua siswa pernah menjadi juara walau minimal sekali. Tentu piala bukan segalanya. Tapi setidaknya bisa menjadi bukti perubahan kondisi siswa dari tidak punya apa-apa atau zero menjadi juara alias hero

Kunjungi website sekolah juara https://www.sekolahjuara.id/ , follow dan like instagram Sekolahjuara.id untuk melihat perkembangan terkini Sekolah Juara.

Rabu, 27 Juli 2022

Buku Sekolahnya Manusia, siswa bukanlah robot

Buku Sekolahnya Manusia, siswa bukanlah robot

 

Jika guru merasakan kesulitan menghadapi berbagai keunikan siswa, cobalah baca buku Sekolahnya Manusia niscaya akan tercerahkan.

Buku masterpiece-nya syeikh Munif Chatib itu dengan gamblang menjelaskan kepada kita konsep kecerdasan majemuk.


photo cover buku cetakan pertama

Buku ini memecah kebekuan kondisi sekolah yang sebagian memahami paradigma siswa bagaikan robot yang mau tidak mau diinstall dengan program yang sama. Sehingga kemampuannya seragam. Padahal kenyataannya setiap anak memiliki keunikan. Masing-masing memiliki potensi kecerdasan yang beragam. Ada yang kuat matematika tapi lemah bahasanya. Ada yang kuat bahasa tapi lemah dalam naturalnya dan seterusnya.

Buku ini ringan dibaca karena banyak berisi cerita sukses para guru yang telah mempraktekkan teori kecerdasan majemuk.

Di bagian akhir buku ini memberikan panduan rencana pembelajaran yang menerapkan konsep kecerdasan majemuk. Sehingga para guru dengan mudah bisa menduplikasi sesuai kebutuhan. 


Cetakan baru

Buku ini juga memberikan tip bagaimana mengelola kelas dengan beragam potensi kecerdasan anak. Sehingga semua anak bisa terlibat aktif belajar, tidak ada yang merasa dikesampingkan atau tidak terperhatikan.

Kadang tanpa disadari ketika guru atau sekolah tidak mengakomodasi kecerdasan majemuk. Yang terjadi penyeragaman berdampak ada siswa yang terkubur potensi aslinya dan kesulitan menjangkau standar.

Dengan konsep kecerdasan majemuk semua siswa bisa menjadi terbaik sesuai kemampuannya masing-masing.