Senin, 02 Oktober 2023

Produk P5

Sharing Session:
Produk P5

Sabtu, 30 september 2023 lalu saya diberikan kesempatan untuk sharing di depan guru-guru SMPQ Al-Hayah Pati.

Kali itu saya menyampaikan tentang pembelajaran berbasis project.

Bermula dari pemikiran sederhana tentang apa yang dihasilkan dari proses belajar sehari-hari di sekolah?. Kurang lebih 8 jam setiap hari siswa belajar di sekolah. Sayang jika dalam waktu selama itu tidak ada yang dihasilkan.



Hasil dari sebuah proses belajar biasa disebut produk belajar. Ada banyak macam produk belajar yang bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu; produk yang terlihat (tangible), dan produk yang tidak terlihat (intangible)
Diantara contoh produk belajar yang terlihat adalah buku karya hasil pembelajaran seperti yang saya buat bersama siswa kelas VI SD Juara Semarang tahun pelajaran lalu. 
Buku tersebut adalah hasil dari pelaksanaan P5 (proyek penguatan profil pelajar pancasila).
Sedangkan contoh produk tak terlihat diantaranya bertambahnya pengetahuan dan pemahaman siswa, dan kemampuan yang melekat pada diri siswa yang tidak terlihat secara langsung. 

Lantas, apa hubungan antara produk belajar dengan pembelajaran berbasis project?
Pembelajaran berbasis project adalah salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk menghasilkan sebuah produk belajar yang diinginkan.
Ketika guru merancang sebuah project pembelajaran, tentunya sudah ada minimal bayangan hasil akhir yang akan didapatkan. Gambaran hasil akhir inilah inspirasi dari produk belajar.



Ketika saya menjadikan menulis memoar atau kisah pengalaman belajar siswa menjadi P5 maka saat itu juga saya telah membayangkan nanti hasil akhirnya adalah sebuah buku antologi atau tulisan bersama. Sejak awal semester bayangan itu saya sampaikan ke siswa untuk afirmasi sekaligus motivasi. 
Sepanjang semester siswa saya target untuk membuat beberapa tulisan berdasarkan pengalaman pribadi mereka saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Setiap pekan progress tulisan selalu dievaluasi. 
Walhasil selama satu semester, saya dan siswa berhasil menuliskan memoar kisah pembelajaran menjadi sebuah buku antologi cerpen.

Ada tiga hal yang menentukan jika seorang guru ingin menyusun buku serupa. Yaitu; adanya kegiatan yang berbasis project, dokumentasi kegiatan, dan coretan kecil yang berisi konten dari kegiatan atau istilah kekiniannya copy writing atau caption. Akan lebih mudah lagi penyusunan buku jika guru memiliki sarana penyimpanan di dunia maya seperti blog atau media sosial (fb, ig dll)

Selasa, 01 Agustus 2023

Sekolah Orangtua

Sekolah Orangtua


Setelah sekian purnama absen dari dunia pelatihan alhamdulillah liburan kemarin mendapatkan kesempatan untuk berbagi.





2 jam penuh saya sharing di hadapan orangtua siswa SDIT Nur Almadina Pati. 

Beberapa hal penting yang saya sampaikan diantaranya;

1. pentingnya ikut sekolah orangtua

2. apa panduan belajar menjadi orangtua yang ideal

3. apa saja bekal yang perlu diberikan untuk generasi penerus yang gemilang

Sharing ditutup dengan diskusi beberapa penanya dan ngobrol ringan dengan pengurus yayasan

Senin, 05 Juni 2023

Buku Merdeka Belajar ala Top X

 Buku Merdeka Belajar ala Top X

 


            Buku Merdeka Belajar ala Top X ini adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh semua siswa kelas top ten yang terdiri dari 17 personil.

Cerita pendek yang ditulis bersumber dari pengalaman pribadi yang mereka alami selama belajar di SD Juara Semarang khususnya Ketika berada di kelas V dan kelas VI.

Penulisan cerita dilaksanakan di saat pelajaran Bahasa Indonesia sepekan sekali. Setelah mereka menulis di buku catatan, selanjutnya mereka ketik di laboratorium komputer saat pelajaran TIK. Ketikan tersebut nantinya akan disimpan di drive untuk memudahkan kapan saja mengecek tulisan siswa.

Rencananya buku ini akan di launching saat wisuda menjadi karya bersama. Semoga menjadi memoar kisah pengalaman belajar selama di sekolah juara, baik senang, sedih, seru, dan lainnya.

Selain menulis cerpen siswa juga ditugasi untuk membaca buku cerpen yang ada di perpustakaan sekolah maupun pinjam dari perwil. Semakin banyak mereka membaca buku maka kemampuan untuk menulispun akan meningkat. Seperti peribahasa Arab yang berarti “siapa yang memiliki, bisa memberi” maksudnya siapa yang dipikirannya banyak cerita maka dia bisa dengan mudah bercerita.

Hal itu terbukti pada salah satu siswa bernama Ezio. Dia adalah siswa yang paling banyak membaca buku. Dalam waktu kurang dari empat bulan bisa membaca sebelas buku. Walhasil, dia juga yang paling banyak menyetorkan naskah cerpen.

 Semoga buku ini bisa memotivasi dan menginspirasi semua guru Indonesia untuk produktif membuat karya tulis dan mempublikasikannya.

 Baca versi pdf nya. https://drive.google.com/file/d/1XBGA--eftog8-OOJbs_bafvFQTtGnoUx/view?usp=drive_link

 Merdeka Belajar ala Top X itu; membuat termos, mengenal ecobrick, membuat lilin, farm to table, kreasi water filter, cosplay pahlawan, membuat kartu perwil, bangga jadi petani, kemah juara, camping yang seru, membuat wayang, the kultum, fieldtrip juara, patung sabun, ukir sabun, membuat es krim, menjadi interviewer, wawancara pekerjaan, proyek budidaya lele, proyek membuat KIA, lika-liku membuat KIA, sehari bersama al-qur’an, evaluasi amal ibadah, antologi cerpen, the magang, pengalaman magang, magang di angkringan, magang di restauran, magang di cucian motor, magang di warkop, jualan kue keranjang, relawan masjid, rekaman adzan, bersih-bersih masjid, berburu laskar pelangi, ke perwil sekeluarga.