Kamis, 07 Juli 2022

Ecobricker cilik dari Semarang

Ecobricker cilik dari Semarang

Tio asyik memasukkan sampah plastik yang sudah digunting kecil-kecil ke dalam botol.

Dengan sabar mereka memenuhi botol dengan plastik-plastik hingga jadi beberapa botol. Botol satu dan lainnya disambungkan dengan selotip jadilah kursi duduk mini.



Tio adalah salah satu ecobricker cilik yang peduli pada lingkungan dan ingin mewujudkan Zero waste dari rumah masing-masing.

Membuat ecobrick adalah salah satu kegiatan yang ada di modul tematik sub tema lingkungan dan manfaatnya. Tidak hanya menghafal istilah atau cara pembuatan, mereka dipandu untuk langsung praktek menjadi ecobricker.




Ada cerita lucu, karena mengejar target agar dapat banyak botol ecobrick maka anak-anak mencari botol diluar rumah. Ada juga orangtua yang mengaku membeli plastik kresek baru untuk jadi bahan ecobrick.

Padahal, sejatinya tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk pengelolaan sampah dirumah. Sehingga tidak harus dalam waktu singkat jadi sebuah produk ecobrick. Bahkan nantinya yang baik adalah ketika sudah tidak ada sampah plastik di rumah.

Semoga langkah kecil para ecobricker cilik ini menjadi magnet bagi masyarakat secara kesadaran untuk mengelola sampah minimal dari rumah tangga.

Kreasi water filter sederhana

 Kreasi water filter sederhana


Air termasuk kebutuhan pokok bagi kita semua.

Keberadaan air sangat menentukan kelangsungan hidup manusia.

Bagaimana jika air yang ada di sekitar kita sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi? Bisa karena polusi atau lainnya. Apakah kita harus membeli air layak konsumsi? Mungkin kalau sekali dua kali tidak jadi mengapa, tapi jika sehari-hari seperti itu tentu akan jadi masalah.

Maka kita harus kreatif memanfaatkan yang ada di sekitar kita untuk menghasilkan air layak konsumsi atau layak guna.




Ada cara yang sederhana dan mudah dilakukan untuk mengubah air terkontaminasi di sekitar kita menjadi air layak konsumsi atau layak guna. Yaitu dengan cara menyaring atau men-filter air yang ada.

Itulah latar belakang mengapa guru mengajak siswa kelas 5 SD Juara Semarang membuat water filter. Tujuannya agar kelak atau sekarang juga jika kita membutuhkan air layak minum atau guna tidak harus membelinya tapi bisa dengan melakukan penyaringan dengan memakai water filter.

Water filter secara sederhana bisa dibuat siapa saja. Bahan yang digunakan juga cukup menggunakan yang ada di sekitar kita. Proses pembuatannya juga cukup mudah.




Semua siswa bisa membuat water filter dan mengujinya. Keberhasilan water filter sangat ditentukan oleh penentuan kadar komposisi bahan yang digunakan. Kemampuan siswa untuk menakar dan mengukur sangat menentukan.

Proyek individu membuat water filter tersebut memantik siswa untuk berkreasi dan yang juga penting menjadikan siswa bisa menjadi problem solver permasalahan kebutuhan air konsumsi atau layak guna. Harapannya kedepan semua siswa selalu siap menghadapi permasalahan dalam kehidupannya dengan mengembangkan kreatifikas sesuai kemampuan yang dimilikinya dan mampu bermanfaat memberikan solusi permasalahan yang ada di sekitarnya.

Rabu, 06 Juli 2022

Membuat Termos

Pembelajaran asyik, Membuat Termos


Dalam rangka untuk memahami peristiwa perpindahan panas siswa kelas 5 SD Juara Semarang diajak gurunya untuk membuat Termos.




Secara langsung siswa mengalami dan merasakan bagaimana pembuatan termos dan bagaimana peristiwa perpindahan panas yang terjadi pada termos.

Ada beberapa tahapan yang dilalui siswa dalam pembuatan termos. Pertama, siswa membuat rancang desain termos yang akan dibuat secara berkelompok. Kedua, siswa menentukan bahan-bahan yang akan digunakan. Ketiga, siswa membuat termos sesuai rancangan dengan menggunakan bahan yang sudah disiapkan. Keempat, siswa melakukan uji coba termos yang sudah dibuat untuk mengetahui tingkat keberhasilan. Kelima, siswa melakukan analisa dan membuat kesimpulan dari termos yang dibuat.




Saat pelaksanaan kemarin, siswa kelas 5 dibagi menjadi tiga kelompok. Sehingga ada tiga termos yang berhasil dibuat. Setelah dilakukan analisa setelah uji coba maka siswa mendapatkan kesimpulan mana termos yang paling mendekati ideal.




Dari kegiatan membuat termos ada banyak pelajaran yang didapatkan oleh siswa. Tidak hanya mereka mengalami langsung bagaimana peristiwa perpindahan panas, tetapi mereka mendapatkan pengalaman mendesai atau merancang, membuat termos, dan juga melakukan analisa produk. Yang pasti hal tersebut menjadi pengalaman pembelajaran asyik yang akan terkenang selamanya.